Rabu, 05 November 2014

Tas Siswi SMA

Kisah Nyata "Tas Siswi SMA" Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..



Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..
Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !
Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!
Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..
Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !
Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya...
"Buka tasmu wahai putriku.."
Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
"Berikan tasmu.."
Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!
Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!
Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !
Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..
Tempat itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut.... ??
Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..
Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..
Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !
Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"
Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !
Detik-detik yang menegangkan..
Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?
Coba tebak.. ?
Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !
Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..
Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..
Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..
Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."
Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..
Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..
Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..
Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..
(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)
Kutip dari Grup WA An-Nashihah

Kamis, 24 November 2011

wealey juga :)


TIDAAAAKKK !
Dunia memang terbebas dari ancaman anggota DE, tapi semuanya tidak akan damai seterusnya selama anggota DE masih berjalan sempurna...."
Di keluarga weasley,, anak-anak the second generation menghabiskan natal mereka di keluarga weasley. Mereka sudah jenuh di Hogwarts tanpa orangtua. Apalagi Rose, meskipun dia dibilang cinta dengan scorpius dan cintanya itu cinta terlarang tapi rose benar-benar malas dengan scorp karena belakangan ini scorp terus menghindari rose, entah karena apa rose juga sebenarnya bingung dengan tingkah laku scorp belakangan ini. Masih di keluarga weasley, hugo sudah sehat sejak 2 hari yang lalu. perhatian Molly dan lucy merawat hugo hingga pulih berjalan lancar. Di ruang makan sudah ada keluarga besar Weasley yang berkumpul di tahun natal saat ini.
"Kau dilarang makan tomat ron!" kata Mrs. Weasley dengan tampak galak nya. Ron menaruh tomat itu lagi keatas meja, hermy melihat tampang ron yang masam itu agak tertawa terkikik..
"Kau tak meledek ku hermy?" kata ron melihat hermy, seketika hermy diam dan melanjutkan memotong ayam untuk rose dan hugo. Dari ujung sudah terlihat Albus, james dan Lily yang baru saja datang dari london..
"Kau menginap disini?" kata molly dengan polosnya. Albus hanya mengangguk dan tersenyum penuh dengan pipi mempesona merah. Setelah kejadian sekitar 1 minggu yang lalu albus kelihatan agak gugup ketika bertemu dengan molly. dan molly hanya menganggap itu "biasa-biasa" saja..
Kemarin setelah pertarungan sengit yang dilakukan oleh the second generation anggota DE masih berkeliaran. Saat rose hendak menaiki kereta hogwarts baju nya di tarik oleh seseorang yang berjubah hitam dan orang itu berkata bahwa ron tidak akan selamat lagi. Kejadian itu tidak mau diberitahu ke mom nya, hermy karena dia takut kekhawatiran mom nya akan melunjak dan semakin gelisah, di dalam hati rose dia berjanji akan menjaga ayah nya dengan penuh kasih sayang. anggota DE kemarin juga berkeliaran di London. Mereka menghancurkan toko-toko yang tak bersalah dan merampas uang bank. MEREKA SUNGGUH KEJAM!
"Dad,," kata rose dengan suara agak di kecilkan. rose lalu pergi ke kamar nya di tidak sanggup lagi untuk menahan sakit yang terlalu dalam itu.
"Rose kau kenapa?" kata molly dan lucy bersamaan. Molly dan lucy datang dengan albus juga mereka duduk disamping rose dengan gaya yang sudah gugup serta gelisah..
"anggota DE akan membunuh dad ku!" kata rose terbata-bata. tampang molly sekarang berubah pucat, albus dan lucy yang tak mengerti masih memasang muka setengah sadar. sudah ada bayangan-bayangan bagaimana pertarungan nya itu dengan DE lagi nantinya.
"ku harus memberitahu dad sekarang!" kata molly tapi hendak molly ingin pergi tangan nya ditarik oleh albus dan memberi isyarat untuk jangan pergi. Molly kembali duduk diposisi nya semula, dia memikirkan apa yang nantinya terjadi..
"Semuanya tidak akan terjadi selama kita dan dad mom menjaga uncle ron!" Semua yang ada diruangan itu mengangguk ria. mereka masih memandang langit yang tampak cerah itu dan nanti akan berubah menjadi langit yang penuh dengan warna hitam pekat.

><><><><><>< 
Malam yang sama masih di keluarga weasley. Semua berkumpul diruang tengah untuk menikmati perapian yang hangat, rose lucy dan molly duduk di dekat perapian. mereka memang terkenal anak yang suka JAIL, NAKAL, dan paling suka ISENG. tapi tampang polos lucy bisa dibuat acting. Lily duduk didekat dad nya dan bersandar di dekat kursi atas. Hugo, albus dan james sedang bermain catur sihir dengan ron. Suasana di ruangan itu masih biasa-biasa saja. tapi terlintas lagi dipikiran rose akan terjadi sesuatu dengan ayahnya tercinta itu. Yah dia akui dia memang sangat takut tapi hal ini tidak dapat dihindari karena dia masih terlalu keccil
"Molly, lucy, dad memanggil mu!" kata audrey dari kamar. Molly dan lucy lalu beranjak dan pergi kekamar ayah mereka. ayah mereka sedang bolak-balik kayak setrikaan yang jalan sendiri.
"Kau tau aku sepintar apa?"tanya percy dengan nada gagah nya. audrey duduk di kursi dekat meja belajar.
"Dad pintar melebihi burung hantu." jawab lucy dengan nada gugup nya itu. Molly sudah yakin dad akan tau kejadian siang tadi di kamar rose. Karena dia punya segala macam cara untuk mengawasi kami.
"Dad, aku sudah besar kau tak usah mewaspadai kami lagi!"bentak molly, audrey dan percy kaget dengan sikap anaknya itu. siapa coba yang tidak marah kalau terus di buntuti dari belakang.
"Duduk molly, dad mu belum selesai bicara!" bentak audrey membalas bentakan dari molly. Molly duduk dengan gaya tak acuhnya, inilah yang dibilang perbedaan antara lucy dan molly.
"dad akan mengajari kalian sihir besok!" kata percy melihat langit.
"Dad tau apa yang terjadi.." lanjutnya "kalian hanya harus mengikuti apa yang aku perintahkan, dan kau molly ayah tak pernah sekalipun akan ikut campur urusan mu kalau itu bukan urusan ayah!"
Molly dan lucy kembali ke perapian dan duduk bersama rose disana. dia masih memikirkan apa yang akan terjadi besok lusa dan seterusnya, hanya takdir yang akan menentukan semua itu.

><><><><><>< 
pagi yang indah semua tumbuhan masih tertutupi salju yang kian datang dan jatuh diatas permukaan bumi. pagi ini sangatsangat dingin dan tidak seorang pun yang tidak memakai mantel mereka masingmasing. duduk di bawah pohon memang tidak terlalu mengasyikan bagi rose, lucy, lily dan molly. mereka berdiri dan menunggu kehadiran percy dan audrey.
"aww,, aku tak pernah suka kan ini!" kata rose setelah di jatuhi rerintik salju yang lain nya masih tertawa keras tak ada hentinya.
"Hey hey.. ayo kita mulai!" kata audrey sambil menyerahkan tongkat-tongkat mereka.
"dad bukan nya tidak boleh memakai sihir diluar sekolah?" tanya molly melihat ayah nya itu.
"aku sudah izin ke kepala mentri soal ini. dan dia tentu saja memberiku izin!" kata percy kermudian.  Yah molly tau kalau ayah nya memang bekerja di kementrian sihir sejak Mr. Weasley pensiun, dan apapun keinginan percy selalu dipatuhi oleh kepala kementrian sihir.
Semua kata-kata sihir sudah di berikan ke anak-anak second generation nya itu. lalu dengan sigap mereka belajar sendiri dengan tongkat nya...
 "DUnia masih berputar De terus mewaspadai ron dari bola milik Voldemort"

Bellatrix terus berputar-putar tak karuan memikirkan cara apa yang harus dilakukan nya itu. Lavender menata rambutnya supaya terlihat rapi dan membuat ron terpesona. Peter masih mengamati gerak-gerik weasley dengan bola nya itu.
"Sorry baru datang!" kata draco dari depan pintu. Draco dan astoria baru saja menaiki firebolt, diikuti oleh scorp dari belakang. Mereka duduk seperti hal nya tuan rumah, scorp agak gugup melihat bellatrix karena dia juga ikut misi dalam pertarungan membalik waktu itu. Scorp mengambil segelas teh hangat di sudut pintu untuk memecahkan ketegangan nya.
"DRACO!" kata peter menunjuk ke arah scorp "dia itu bersekongkol dengan keluarga the weasley!" lanjut peter. Teh yang di pegang scorp jatuh mengenai lantai. draco lalu mendekati anak nya tersayang itu, astoria sudah siap-siap melontarkan 1 mantra untuk anak nya yang telah menjadi penghianat itu!
"KAU! KAU LICIK SCORP!" kata draco meneriaki scorpius dari belakang. Scorp membalikkan badan, saat ini dia tidak memegang tongkat nya. scorp bodoh! kata batin nya.
"kenapa kau menjadi PENGHIANAT?" tanya astoria dari depan draco malfoy.
"aku-- aku mencintai rose mom!" balas scorp dengan nada agak tegang. Muka draco lalu putih pucat dan tidak bisa berkata apa-apa, semua orang yang ada disana hanya terpaku terdiam saat air mata scorp jatuh dari matanya.'
"CRUCIO!" kata astoria scorp jatuh lalu meringis kesakitan. baru kali ini mom nya bersikap keterlaluan padahal dirumah mereka sellau menyanyangi. scorp masih merintis kesakitan, bellatrix hanya tersenyum melihat scorp merintis seperti itu. Draco lalu membuang tongkat astoria untuk menghentikan mantra penyiksa itu.
"MOM, kau tak tau ini cinta! kau seharusnya mengerti, ini karma buat semuanya!" kata scorp dengan suara terbata-bata. Scorp lalui menaiki firebolt nya dan menghilang disela-sela awan. Kalimat scorp masih terngiang ngiang di telingan draco, draco dan astoria duduk menghela nafas panjang atas kesalahan mereka selama ini.

><><><><><><>< 
"Dad,,," kata molly setengah berteriak dari belakang, percy lalu memeluk kedua anak nya itu. Hermy dan audrey juga datang dari belakang. Mereka akan mengunjungi percy dan ron di kementrian sihir.
"apa yang membuat kalian kesini?" tanya percy ke anak nya. audrey hanya tersenyum dari belakang dan mengangguk riang.
"aku dan lucy merindukan mu dad.." kata molly membalas pelukan percy.
"ayoo kita ke ruangan dad, disana banyak sekali minuman dan makanan." molly dan lucy lalu setengah berlari keruang yang dimaksud oleh percy. Percy dan audrey hanya mengikuti dari belakang.
"Kau merindukan ku hermy?" kata ron dengan nada gembira nya. Hermione hanya mengangguk setuju sambil memegang tangan ron.
"aku kesini karena ada perasaan buruk menimpaku tadi pagi ron." muka hermy lalu berubah menjadi sedih, ron juga mengalami perasaan yang sama seperti yang di alami hermy. Ron hanya bungkam dan pergi menuju ruangan nya.
ruangan ron dan percy hanya berbeda sedikit, karena percy sudah diangkat menjadi kepercayaan kepala kementrian sihir maka dari itu percy mendapat ruangan melebihi hotel. Tidak jauh beda dengan ruangan ron saat itu.
terlintas lagi pikiran buruk yang akan menimpa keluarga weasley di rumah, perasaan itu semakin keras dan membuat molly tersendak dengan minuman yang sedang diminum nya.
"kau harus berhati-hati molly." kata percy di kursi, audrey dan percy masih berdua-duaan seperti 20 tahun lebih muda dari sebelumnya. Molly hanya mengangguk, lucy yang tampak sama seperti molly hanya [ergi ke jendela dan melihat segumpalan awan hitam menuju rumah weasley. apa itu bertanda buruk?

><><><><><>< 
"lepaskan aku bella!" kata rose dari seberang. kaki tangan rose diikat menggunakan sihir dan alhasil dia tidak bisa bergerak. Semuanya seperti itu kecuali harry yang masih kebal dengan serangan bellatrix. Harry masih bertahan dan berusaha melepaskan sihir yang ada di badan org yang lain.
"CRUCIO!" satu lemparan kutukan mengenai albus anak harry. karena harry sudah geram dia lalu menbeakkan satu mantra.
"CRUCIO!" kata harry mengenai bella. bella meringis kesakitan, saat harry hendak melepaskan kekuatan sihir untuk albus dan yang lainnya. harry di kenai mantra pengingkat dan semua pun teringakt oleh mantra.
"draco?" kata ginny dengan nada kesakitan nya,
"maafkan aku semuanya.." kemudian anggota DE pergi menuju tempat dimana ron berada,,

><><><><><><><>< 
"Mom, sebaiknya kita pulang!" kata molly selanjutnya. perasaan tidak enak itu tak kunjung dtaang menghampiri audrey dan percy. mereka mengikuti pperkataan molly dan pergi dari kementrian sihir. Mereka terus menelusuri lorong ke lorong untuk cepat mencapai ke tempat nya itu.
 Tiba-tiba datang segerombolan anggota DE mengepung percy, audrey, molly lucy hermy dan tentu saja ron. Tangan hermy ditarik oleh lavender dan di bawa kebelakang, hermy meringis kesakitan. Percy audrey molly dan lucy dikepung oleh draco dan astoria. di tengah sudah ada ron dan Bellatrix berhadapan, ron sudah mengambil tongkat nya dari saku belakang.
"Hey mudblood apa kabar?" tanya bellatrix ke arah hermione dengan mengacungkan tongkat nya kearah hermione. Molly dan lucy siap mengambil tongkat nya lalu mengenai ke bellatrix.
"JANGAN SAKITI HERMY!" kata ron setengah berteriak, Draco hanya tertawa sinis melihat keparat satu itu ada di hadapan nya saat itu.
"Oh kau menyanyangi nya?" tanya bellatrix lagi kearah ron sambil menunjuk hermy.
"sudah bella aku tak sanggup menahan semua ini." kata lavender berteriak kearah  bellatrix, suara yang cukup kencang itu membuat kuping bellatrix sedikit tidak karuan.
"Oh oke .." tongkat bellatrix sudah ada di depan ron.
"Maafkan aku uncle aunty. EXPELLIARMUS!" draco terhempas ke arah tumpukan sampah di utara mantra itu juga kena ke astoria dan dia pun terhempas bagaikan burung yang tak punya sayap.
"Kau belagak menjadi pahlawan?" molly hanya berdiri lalu mengambil tongkat nya yang tadinya jatuh, lucy berada dibelakang molly untuk berjaga-jaga.
"Jangan sakiti uncle atau kau yang akan kusakiti!" kata molly kencang, bellatrix mendekati molly. Tidak ada satupun perasaan takut yang ada di hati molly, yang ada saat ini hanya bagaimana cara menyelamatkan ron dari DE !
"kau berlagak sok jadi PAHLAWAN!?" molly tak mengangguk, tapi lucy yang mengangguk. Bellatrix mundur 3 langkah kebelakang bukan karena takut karena ingin membuat molly merintis kesakitan.
"CRUCIO!" satu kutukan terhempas ke badan molly, molly menggeliuat kesakitan..
"argghhh!" kata molly merintis.. "kau tidak apa-apa mol?" kata lucy panik,
"HENTIKAN!" kata hermione, kutukan itu di lepas lalu percy dan audrey menyelematkan molly.
"CRUCIO!" kata molly mengenai punggung bella. bella lalu jatuh merintis kesakitan, ron memberi tanda bagus untuk keponakan nya itu. Bellatrix lalu bangun dari kerintisan nya tadi itu. lalu balik menghadap kearah molly.
"EXPELLIARMUS, EXPELLIARMUS, EXPELLIARMUS.." mantra itu mengenai tubuh percy audrey dan lucy berturut turut, mereka terhempas ke arah selatan.
"KAU!" kata molly geram. dia sudah menyiapkan seluruh tenaga nya untuk yang satu ini. awan yang tadinya cerah sekarang berubah menjadi gelap gulita. tanda ini sudah terjadi sebelumnya ketika mOlly marah kepada ayah nya karena tidak dibelikan firebolt. Tandatanda ini mendatangkan Harry, dan hugo. Mereka berdiri di belakang molly.
"Kau tidak boleh menyakiti mereka!" kata hugo melihat dad nya yang tetap bungkam.
"CRUCIO!" kata hugo ke arah bellatrix tapi di tangkis oleh bella. Dan kutukan itu berbalik ke hugo. Hugo meringis kesakitan lalu hugo pingsan begitu saja.
"PETRIFICUS TOTALUS" seketika harry beku menjadi batu dan hanya bisa disembuhkan jika bellarix pergi dari tempat ini.
"aku sudah muak." kata lave berteriak lagi.
"siap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada memori kau ron.." kata Bellatrix, ron tetap bungkam dengan kejadian yang sepenuhnya sangat tragis ini.
"KAU AKAN MENGINGAT LAVE SEBAGAI ISTRI MU DAN KAU TAK MENGINGAT KELUARGA THE WEASLEY MU ITU."  kata bellatrix, hermione tidak bisa bicara tubuhnya dipegang erat oleh lave,
"OBLIVIATE" Sinar dari ujung tongkat lalu muncul seketika. Ron terhempas jatuh lalu dia terbangun. Molly hanya gugup tak percaya.
"Kau ingat aku siapa ronald?" kata lave dari depan ron berniat membantu ron untuk berdiri sekuat-kuat nya.
"Hey sayang. siapa dia?" kata ron menunjuk ke arah hermione. bagaikan belati tertusuk ke jantung ron. mantra itu benar-benar menghapus ingatan ron.
"Dasar MUDBLOOD! jangan sentuh aku." kata ron membentak ketika hermione memgang tangan ron berniat untuk mengingatkan pikiran nya kembali. Ron lalu menaiki firebolt dan pergi jauh.
Percy, audrey lucy dan molly bergabung dengan hermione. seketika air mata molly bercucuran.
"Maafkan aku aunty, aku tak bisa menyelamtkan uncle  ron.." kata molly merintis. audrey lalu memeluk anak nya tersayang itu.

saat tiba dirumah Rose dan hugo lalu menangis histeris dan hanya bisa meratapi ayah nya sudah diambil orang lain. suasana iitu meliputi semua yang ada dikeluarga weasley,
"Maafkan aku hermy."  kata harry yang memainkan tongkat nya di bawah kaki nya itu.
"Kau tak perlu minta maaf harry." kata hermy kemudian. Ginny lalu memeluk anak nya lily, albus dan James yang masih gugup itu. Lucy memeluk audrey, ibunya tersayang itu. Molly hanya bisa manatapi apa yang akan terjadi selanjutnya diluar sana. semoga dia dan anak-anak the second generation bisa menyelamtkan Ron Weasley...


-the end-

wealey juga :)


TIDAAAAKKK !
Dunia memang terbebas dari ancaman anggota DE, tapi semuanya tidak akan damai seterusnya selama anggota DE masih berjalan sempurna...."
Di keluarga weasley,, anak-anak the second generation menghabiskan natal mereka di keluarga weasley. Mereka sudah jenuh di Hogwarts tanpa orangtua. Apalagi Rose, meskipun dia dibilang cinta dengan scorpius dan cintanya itu cinta terlarang tapi rose benar-benar malas dengan scorp karena belakangan ini scorp terus menghindari rose, entah karena apa rose juga sebenarnya bingung dengan tingkah laku scorp belakangan ini. Masih di keluarga weasley, hugo sudah sehat sejak 2 hari yang lalu. perhatian Molly dan lucy merawat hugo hingga pulih berjalan lancar. Di ruang makan sudah ada keluarga besar Weasley yang berkumpul di tahun natal saat ini.
"Kau dilarang makan tomat ron!" kata Mrs. Weasley dengan tampak galak nya. Ron menaruh tomat itu lagi keatas meja, hermy melihat tampang ron yang masam itu agak tertawa terkikik..
"Kau tak meledek ku hermy?" kata ron melihat hermy, seketika hermy diam dan melanjutkan memotong ayam untuk rose dan hugo. Dari ujung sudah terlihat Albus, james dan Lily yang baru saja datang dari london..
"Kau menginap disini?" kata molly dengan polosnya. Albus hanya mengangguk dan tersenyum penuh dengan pipi mempesona merah. Setelah kejadian sekitar 1 minggu yang lalu albus kelihatan agak gugup ketika bertemu dengan molly. dan molly hanya menganggap itu "biasa-biasa" saja..
Kemarin setelah pertarungan sengit yang dilakukan oleh the second generation anggota DE masih berkeliaran. Saat rose hendak menaiki kereta hogwarts baju nya di tarik oleh seseorang yang berjubah hitam dan orang itu berkata bahwa ron tidak akan selamat lagi. Kejadian itu tidak mau diberitahu ke mom nya, hermy karena dia takut kekhawatiran mom nya akan melunjak dan semakin gelisah, di dalam hati rose dia berjanji akan menjaga ayah nya dengan penuh kasih sayang. anggota DE kemarin juga berkeliaran di London. Mereka menghancurkan toko-toko yang tak bersalah dan merampas uang bank. MEREKA SUNGGUH KEJAM!
"Dad,," kata rose dengan suara agak di kecilkan. rose lalu pergi ke kamar nya di tidak sanggup lagi untuk menahan sakit yang terlalu dalam itu.
"Rose kau kenapa?" kata molly dan lucy bersamaan. Molly dan lucy datang dengan albus juga mereka duduk disamping rose dengan gaya yang sudah gugup serta gelisah..
"anggota DE akan membunuh dad ku!" kata rose terbata-bata. tampang molly sekarang berubah pucat, albus dan lucy yang tak mengerti masih memasang muka setengah sadar. sudah ada bayangan-bayangan bagaimana pertarungan nya itu dengan DE lagi nantinya.
"ku harus memberitahu dad sekarang!" kata molly tapi hendak molly ingin pergi tangan nya ditarik oleh albus dan memberi isyarat untuk jangan pergi. Molly kembali duduk diposisi nya semula, dia memikirkan apa yang nantinya terjadi..
"Semuanya tidak akan terjadi selama kita dan dad mom menjaga uncle ron!" Semua yang ada diruangan itu mengangguk ria. mereka masih memandang langit yang tampak cerah itu dan nanti akan berubah menjadi langit yang penuh dengan warna hitam pekat.

><><><><><>< 
Malam yang sama masih di keluarga weasley. Semua berkumpul diruang tengah untuk menikmati perapian yang hangat, rose lucy dan molly duduk di dekat perapian. mereka memang terkenal anak yang suka JAIL, NAKAL, dan paling suka ISENG. tapi tampang polos lucy bisa dibuat acting. Lily duduk didekat dad nya dan bersandar di dekat kursi atas. Hugo, albus dan james sedang bermain catur sihir dengan ron. Suasana di ruangan itu masih biasa-biasa saja. tapi terlintas lagi dipikiran rose akan terjadi sesuatu dengan ayahnya tercinta itu. Yah dia akui dia memang sangat takut tapi hal ini tidak dapat dihindari karena dia masih terlalu keccil
"Molly, lucy, dad memanggil mu!" kata audrey dari kamar. Molly dan lucy lalu beranjak dan pergi kekamar ayah mereka. ayah mereka sedang bolak-balik kayak setrikaan yang jalan sendiri.
"Kau tau aku sepintar apa?"tanya percy dengan nada gagah nya. audrey duduk di kursi dekat meja belajar.
"Dad pintar melebihi burung hantu." jawab lucy dengan nada gugup nya itu. Molly sudah yakin dad akan tau kejadian siang tadi di kamar rose. Karena dia punya segala macam cara untuk mengawasi kami.
"Dad, aku sudah besar kau tak usah mewaspadai kami lagi!"bentak molly, audrey dan percy kaget dengan sikap anaknya itu. siapa coba yang tidak marah kalau terus di buntuti dari belakang.
"Duduk molly, dad mu belum selesai bicara!" bentak audrey membalas bentakan dari molly. Molly duduk dengan gaya tak acuhnya, inilah yang dibilang perbedaan antara lucy dan molly.
"dad akan mengajari kalian sihir besok!" kata percy melihat langit.
"Dad tau apa yang terjadi.." lanjutnya "kalian hanya harus mengikuti apa yang aku perintahkan, dan kau molly ayah tak pernah sekalipun akan ikut campur urusan mu kalau itu bukan urusan ayah!"
Molly dan lucy kembali ke perapian dan duduk bersama rose disana. dia masih memikirkan apa yang akan terjadi besok lusa dan seterusnya, hanya takdir yang akan menentukan semua itu.

><><><><><>< 
pagi yang indah semua tumbuhan masih tertutupi salju yang kian datang dan jatuh diatas permukaan bumi. pagi ini sangatsangat dingin dan tidak seorang pun yang tidak memakai mantel mereka masingmasing. duduk di bawah pohon memang tidak terlalu mengasyikan bagi rose, lucy, lily dan molly. mereka berdiri dan menunggu kehadiran percy dan audrey.
"aww,, aku tak pernah suka kan ini!" kata rose setelah di jatuhi rerintik salju yang lain nya masih tertawa keras tak ada hentinya.
"Hey hey.. ayo kita mulai!" kata audrey sambil menyerahkan tongkat-tongkat mereka.
"dad bukan nya tidak boleh memakai sihir diluar sekolah?" tanya molly melihat ayah nya itu.
"aku sudah izin ke kepala mentri soal ini. dan dia tentu saja memberiku izin!" kata percy kermudian.  Yah molly tau kalau ayah nya memang bekerja di kementrian sihir sejak Mr. Weasley pensiun, dan apapun keinginan percy selalu dipatuhi oleh kepala kementrian sihir.
Semua kata-kata sihir sudah di berikan ke anak-anak second generation nya itu. lalu dengan sigap mereka belajar sendiri dengan tongkat nya...
 "DUnia masih berputar De terus mewaspadai ron dari bola milik Voldemort"

Bellatrix terus berputar-putar tak karuan memikirkan cara apa yang harus dilakukan nya itu. Lavender menata rambutnya supaya terlihat rapi dan membuat ron terpesona. Peter masih mengamati gerak-gerik weasley dengan bola nya itu.
"Sorry baru datang!" kata draco dari depan pintu. Draco dan astoria baru saja menaiki firebolt, diikuti oleh scorp dari belakang. Mereka duduk seperti hal nya tuan rumah, scorp agak gugup melihat bellatrix karena dia juga ikut misi dalam pertarungan membalik waktu itu. Scorp mengambil segelas teh hangat di sudut pintu untuk memecahkan ketegangan nya.
"DRACO!" kata peter menunjuk ke arah scorp "dia itu bersekongkol dengan keluarga the weasley!" lanjut peter. Teh yang di pegang scorp jatuh mengenai lantai. draco lalu mendekati anak nya tersayang itu, astoria sudah siap-siap melontarkan 1 mantra untuk anak nya yang telah menjadi penghianat itu!
"KAU! KAU LICIK SCORP!" kata draco meneriaki scorpius dari belakang. Scorp membalikkan badan, saat ini dia tidak memegang tongkat nya. scorp bodoh! kata batin nya.
"kenapa kau menjadi PENGHIANAT?" tanya astoria dari depan draco malfoy.
"aku-- aku mencintai rose mom!" balas scorp dengan nada agak tegang. Muka draco lalu putih pucat dan tidak bisa berkata apa-apa, semua orang yang ada disana hanya terpaku terdiam saat air mata scorp jatuh dari matanya.'
"CRUCIO!" kata astoria scorp jatuh lalu meringis kesakitan. baru kali ini mom nya bersikap keterlaluan padahal dirumah mereka sellau menyanyangi. scorp masih merintis kesakitan, bellatrix hanya tersenyum melihat scorp merintis seperti itu. Draco lalu membuang tongkat astoria untuk menghentikan mantra penyiksa itu.
"MOM, kau tak tau ini cinta! kau seharusnya mengerti, ini karma buat semuanya!" kata scorp dengan suara terbata-bata. Scorp lalui menaiki firebolt nya dan menghilang disela-sela awan. Kalimat scorp masih terngiang ngiang di telingan draco, draco dan astoria duduk menghela nafas panjang atas kesalahan mereka selama ini.

><><><><><><>< 
"Dad,,," kata molly setengah berteriak dari belakang, percy lalu memeluk kedua anak nya itu. Hermy dan audrey juga datang dari belakang. Mereka akan mengunjungi percy dan ron di kementrian sihir.
"apa yang membuat kalian kesini?" tanya percy ke anak nya. audrey hanya tersenyum dari belakang dan mengangguk riang.
"aku dan lucy merindukan mu dad.." kata molly membalas pelukan percy.
"ayoo kita ke ruangan dad, disana banyak sekali minuman dan makanan." molly dan lucy lalu setengah berlari keruang yang dimaksud oleh percy. Percy dan audrey hanya mengikuti dari belakang.
"Kau merindukan ku hermy?" kata ron dengan nada gembira nya. Hermione hanya mengangguk setuju sambil memegang tangan ron.
"aku kesini karena ada perasaan buruk menimpaku tadi pagi ron." muka hermy lalu berubah menjadi sedih, ron juga mengalami perasaan yang sama seperti yang di alami hermy. Ron hanya bungkam dan pergi menuju ruangan nya.
ruangan ron dan percy hanya berbeda sedikit, karena percy sudah diangkat menjadi kepercayaan kepala kementrian sihir maka dari itu percy mendapat ruangan melebihi hotel. Tidak jauh beda dengan ruangan ron saat itu.
terlintas lagi pikiran buruk yang akan menimpa keluarga weasley di rumah, perasaan itu semakin keras dan membuat molly tersendak dengan minuman yang sedang diminum nya.
"kau harus berhati-hati molly." kata percy di kursi, audrey dan percy masih berdua-duaan seperti 20 tahun lebih muda dari sebelumnya. Molly hanya mengangguk, lucy yang tampak sama seperti molly hanya [ergi ke jendela dan melihat segumpalan awan hitam menuju rumah weasley. apa itu bertanda buruk?

><><><><><>< 
"lepaskan aku bella!" kata rose dari seberang. kaki tangan rose diikat menggunakan sihir dan alhasil dia tidak bisa bergerak. Semuanya seperti itu kecuali harry yang masih kebal dengan serangan bellatrix. Harry masih bertahan dan berusaha melepaskan sihir yang ada di badan org yang lain.
"CRUCIO!" satu lemparan kutukan mengenai albus anak harry. karena harry sudah geram dia lalu menbeakkan satu mantra.
"CRUCIO!" kata harry mengenai bella. bella meringis kesakitan, saat harry hendak melepaskan kekuatan sihir untuk albus dan yang lainnya. harry di kenai mantra pengingkat dan semua pun teringakt oleh mantra.
"draco?" kata ginny dengan nada kesakitan nya,
"maafkan aku semuanya.." kemudian anggota DE pergi menuju tempat dimana ron berada,,

><><><><><><><>< 
"Mom, sebaiknya kita pulang!" kata molly selanjutnya. perasaan tidak enak itu tak kunjung dtaang menghampiri audrey dan percy. mereka mengikuti pperkataan molly dan pergi dari kementrian sihir. Mereka terus menelusuri lorong ke lorong untuk cepat mencapai ke tempat nya itu.
 Tiba-tiba datang segerombolan anggota DE mengepung percy, audrey, molly lucy hermy dan tentu saja ron. Tangan hermy ditarik oleh lavender dan di bawa kebelakang, hermy meringis kesakitan. Percy audrey molly dan lucy dikepung oleh draco dan astoria. di tengah sudah ada ron dan Bellatrix berhadapan, ron sudah mengambil tongkat nya dari saku belakang.
"Hey mudblood apa kabar?" tanya bellatrix ke arah hermione dengan mengacungkan tongkat nya kearah hermione. Molly dan lucy siap mengambil tongkat nya lalu mengenai ke bellatrix.
"JANGAN SAKITI HERMY!" kata ron setengah berteriak, Draco hanya tertawa sinis melihat keparat satu itu ada di hadapan nya saat itu.
"Oh kau menyanyangi nya?" tanya bellatrix lagi kearah ron sambil menunjuk hermy.
"sudah bella aku tak sanggup menahan semua ini." kata lavender berteriak kearah  bellatrix, suara yang cukup kencang itu membuat kuping bellatrix sedikit tidak karuan.
"Oh oke .." tongkat bellatrix sudah ada di depan ron.
"Maafkan aku uncle aunty. EXPELLIARMUS!" draco terhempas ke arah tumpukan sampah di utara mantra itu juga kena ke astoria dan dia pun terhempas bagaikan burung yang tak punya sayap.
"Kau belagak menjadi pahlawan?" molly hanya berdiri lalu mengambil tongkat nya yang tadinya jatuh, lucy berada dibelakang molly untuk berjaga-jaga.
"Jangan sakiti uncle atau kau yang akan kusakiti!" kata molly kencang, bellatrix mendekati molly. Tidak ada satupun perasaan takut yang ada di hati molly, yang ada saat ini hanya bagaimana cara menyelamatkan ron dari DE !
"kau berlagak sok jadi PAHLAWAN!?" molly tak mengangguk, tapi lucy yang mengangguk. Bellatrix mundur 3 langkah kebelakang bukan karena takut karena ingin membuat molly merintis kesakitan.
"CRUCIO!" satu kutukan terhempas ke badan molly, molly menggeliuat kesakitan..
"argghhh!" kata molly merintis.. "kau tidak apa-apa mol?" kata lucy panik,
"HENTIKAN!" kata hermione, kutukan itu di lepas lalu percy dan audrey menyelematkan molly.
"CRUCIO!" kata molly mengenai punggung bella. bella lalu jatuh merintis kesakitan, ron memberi tanda bagus untuk keponakan nya itu. Bellatrix lalu bangun dari kerintisan nya tadi itu. lalu balik menghadap kearah molly.
"EXPELLIARMUS, EXPELLIARMUS, EXPELLIARMUS.." mantra itu mengenai tubuh percy audrey dan lucy berturut turut, mereka terhempas ke arah selatan.
"KAU!" kata molly geram. dia sudah menyiapkan seluruh tenaga nya untuk yang satu ini. awan yang tadinya cerah sekarang berubah menjadi gelap gulita. tanda ini sudah terjadi sebelumnya ketika mOlly marah kepada ayah nya karena tidak dibelikan firebolt. Tandatanda ini mendatangkan Harry, dan hugo. Mereka berdiri di belakang molly.
"Kau tidak boleh menyakiti mereka!" kata hugo melihat dad nya yang tetap bungkam.
"CRUCIO!" kata hugo ke arah bellatrix tapi di tangkis oleh bella. Dan kutukan itu berbalik ke hugo. Hugo meringis kesakitan lalu hugo pingsan begitu saja.
"PETRIFICUS TOTALUS" seketika harry beku menjadi batu dan hanya bisa disembuhkan jika bellarix pergi dari tempat ini.
"aku sudah muak." kata lave berteriak lagi.
"siap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada memori kau ron.." kata Bellatrix, ron tetap bungkam dengan kejadian yang sepenuhnya sangat tragis ini.
"KAU AKAN MENGINGAT LAVE SEBAGAI ISTRI MU DAN KAU TAK MENGINGAT KELUARGA THE WEASLEY MU ITU."  kata bellatrix, hermione tidak bisa bicara tubuhnya dipegang erat oleh lave,
"OBLIVIATE" Sinar dari ujung tongkat lalu muncul seketika. Ron terhempas jatuh lalu dia terbangun. Molly hanya gugup tak percaya.
"Kau ingat aku siapa ronald?" kata lave dari depan ron berniat membantu ron untuk berdiri sekuat-kuat nya.
"Hey sayang. siapa dia?" kata ron menunjuk ke arah hermione. bagaikan belati tertusuk ke jantung ron. mantra itu benar-benar menghapus ingatan ron.
"Dasar MUDBLOOD! jangan sentuh aku." kata ron membentak ketika hermione memgang tangan ron berniat untuk mengingatkan pikiran nya kembali. Ron lalu menaiki firebolt dan pergi jauh.
Percy, audrey lucy dan molly bergabung dengan hermione. seketika air mata molly bercucuran.
"Maafkan aku aunty, aku tak bisa menyelamtkan uncle  ron.." kata molly merintis. audrey lalu memeluk anak nya tersayang itu.

saat tiba dirumah Rose dan hugo lalu menangis histeris dan hanya bisa meratapi ayah nya sudah diambil orang lain. suasana iitu meliputi semua yang ada dikeluarga weasley,
"Maafkan aku hermy."  kata harry yang memainkan tongkat nya di bawah kaki nya itu.
"Kau tak perlu minta maaf harry." kata hermy kemudian. Ginny lalu memeluk anak nya lily, albus dan James yang masih gugup itu. Lucy memeluk audrey, ibunya tersayang itu. Molly hanya bisa manatapi apa yang akan terjadi selanjutnya diluar sana. semoga dia dan anak-anak the second generation bisa menyelamtkan Ron Weasley...


-the end-

Weasley again. =="


WEASLEEEEY!

Lily duduk di sofa merenungkan kejadian yang baru saja terjadi. Matanya masih sembap dan merah, tapi Lily berusaha menutupinya agar tidak ditanyai hal-hal aneh oleh saudara-saudaranya yang overprotective itu, terutama James. Tapi tetap saja dia walaupun dia mencoba menyembunyikannya, dia masih ditanyai macam-macam, dan Sirius dituduh yang tidak-tidak oleh saudara-saudaranya. Dari Teddy sampai Hugo, bahkan Ginny dan Hermione juga memandang galak kepada Sirius yang berarti Apa-Yang-Telah-Kau-Lakukan-Padanya.

Walaupun agak merinding saat mendapat tatapan seperti itu dari Victoire, Lucy, Ginny, dan Hermione, Sirius tetap bungkam karena masih ingin hidup dan tidak ingin dibunuh oleh cucu baptisnya yang menyeramkan itu sendiri. Tentu saja Molly dan Harry tidak luput mendapat pertanyaan aneh-aneh dari mereka semua karena mereka menghilang bersamaan dengan perginya Sirius dan Lily walaupun hanya berjarak beberapa menit. Tapi mereka juga bungkam karena tidak ingin ketahuan bahwa mereka tidak sengaja mendengarkan, atau lebih tepatnya menguping. Lily menggeleng-gelengkan kepalanya dan membuang jauh-jauh apa yang baru saja terjadi tadi, tetapi tetap saja ingatan itu kembali lagi. Lily menghela nafasnya.
 "Kau yakin kau baik-baik saja Lil's?" Teddy tiba-tiba menepuk bahu Lily sampai membuat Lily terlonjak.
 "Merlin, Teddy! Panggil aku dengan cara normal saja bisa kan?" kata Lily setengah kesal.
 "Maaf kalau begitu, kau yakin kau baik-baik saja?"
 "Untuk kesekian kalinya Teddy, aku baik-baik saja! Bukankah satu jawaban sudah cukup untukmu? Setahuku telingamu masih bekerja dengan normal" Kata Lily sarkastik.
 "Tentu saja kau tidak baik-baik saja Lil's, apakah kau ingin memberitahuku apa yang terjadi padamu?"
 "Er… tidak. Aku ingin menyimpan rahasia ini bersamaku sampai ke alam kubur"
 "Jeez… kalau begitu aku akan menghapusmu dari daftar Potter Faforit-ku. Sayang sekali, padahal kau mendapat peringkat paling atas" kata Teddy, berharap ini akan membuatnya berbicara.
 "Hei, tunggu! Kalau begitu aku saja yang mengisi peringkat atas!" kata James tiba-tiba sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
 "Pft, itu tidak akan terjadi James, aku adalah faforit Teddy setelah Lily, dan kau adalah yang paling terakhir" kata Albus yang dari tadi mendengarkan.

"Ck, ck, Al, sepertinya ada yang harus kuberitahu padamu sejak dulu. Maaf kalau menyinggung perasaanmu, tapi sebenarnya kau diadopsi oleh keluarga Potter karena kau adalah kelahiran muggle. Matamu dan warna rambutmu disihir oleh Mum dan Dad sesaat setelah kau diambil" kata James dengan suara yang dibuatnya agar terdengar sesedih mungkin.
 "Aku tidak— tidak kan?" kata Albus memandang Rose dengan pandangan antara ingin tahu dan memohon, membuat wajahnya terlihat lucu sehingga membuat Ginny terkikik.
 "Bagaimana yaaaa?" kata Rose jail.
 "Kau tidak akan mempercayai dia kan? seharusnya setelah 13 tahun hidup bersama James, seharusnya kau tahu bahwa kakakmu yang satu ini suka mengerjai orang" kata Lucy heran sambil menggelengkan kepalanya.
 Albus tersadar dari kebodohannya dan menatap James dengan geram. Bagaimana mungkin dia lupa bahwa kakaknya yang satu ini suka mengerjai semua orang yang pernah ditemuinya, kecuali Aurora, tentunya.
"Bukankah ini sudah waktunya untukmu untuk belajar menyayangi adikmu sendiri?" kata Albus kesal memandang James.
 "Dan bukankah ini sudah waktunya untukmu untuk kembali ke panti asuhan muggle?" balas James.
 Albus memutar bola matanya, Lily menghela nafasnya.
 "Sudah, kalian berdua!" bentak Molly, "Jangan bertengkar, sekarang ambil semprotan Doxycide-nya, dan tutup wajah kalian dengan masker yang ada di atas sofa"
 "Lily, Hugo, dears, kalian sebaiknya keluar, kali—
 Kata-kata Mrs. Weasley ditenggelamkan oleh suara protes Hugo dan Lily, yang bersikeras ingin ikut perang melawan Doxy bersama mereka semua, dan tidak ingin hanya menunggu diluar, alsannya adalah, karena tidak seru, tidak heboh, dan tidak menyenangkan.
 Jadi, ceritanya adalah, setelah Sirius dan Lily turun, mereka menemukan sekelompok pembasmi Doxy— salah satu hama rumah. Karena rumah Black sudah tidak bernah dibersihkan, jadi semua kotoran pastilah bersarang disana, salah satunya yaitu Doxy-Doxy yang sedang berkumpul di belakan gorden.
 Molly akhirnya menyerah dibawah tatapan memelas cucu-cucu masa depannya, yang menurutnya sangat lucu, apalagi mereka masih berumur 11 tahun.
 "Oh, baiklah kalau begitu, ambillah semprotan dan tutup wajah kalian dengan masker itu. Buku Lockhart mengatakan kalau taring Doxy beracun, dan aku sudah membuat ramuan penangkalnya, tapi aku lebih suka kalau tidak ada yang meminumnya" Dibagian terakhir ini, Molly sedikit tersenyum dan ada samar-samar rona pink dipipinya.
 Ron, Harry, Ginny, dan Hermione, yang yakin melihat rona itu walaupun agak samar-samar karena Molly belum memakai masker, mendengus, tetapi untuk Ginny dan Ron, mereka tidak mendengus, melainkan berlagak muntah sambil memunggungi Molly, yang untungnya hanya terlihat oleh James, Albus, Rose, dan Lucy, yang membuat mereka semua menyeringai.
 "Baiklah semuanya, begitu kuberi aba-aba, langsung semprot Doxycide-nya ke gorden-gorden terlebih dahulu, lalu mereka pasti akan menyebar. Begitu mereka menyebar, semprot semua, dan pastikan mereka benar-benar mati. Kalau Doxycide-nya kurang, ambil lagi diatas meja. Setelah kalian bunuh Doxy-Doxy itu, langsung buang mereka ke dalam ember, mengerti?" kata Molly sambil memasang maskernya.
 Semuanya mengangguk, menandakan mereka mengerti. James, Fred Jr., George, dan Fred menyeringai dan langsung kumpul untuk diskusi singkat apakah racun Doxy bisa digunakan untuk Kudapan Kabur yang masih setengah jadi.
 "Semua sudah pegang Doxycide? Semua siap? Baik, 1… 2… 3… SEMPROT!"
 Dalam sekejap udara langsung dipenuhi oleh cairan Doxycide yang sudah menyebar kemana-mana. Lily bekerja sama dengan Harry. Lily menyerang Doxy-Doxy itu dari belakang Harry, sementara Harry melindungi Lily dari Doxy-Doxy dewasa yang agak liar. Lantai juga sudah dipenuhi oleh Doxy-Doxy yang berjatuhan, tidak ada satu orang pun yang ingin menyentuh Doxy-Doxy itu sepertinya. Hanya Teddy yang cukup pintar untuk melevitasi selusin Doxy dan menaruh mereka ke dalam ember.
 "Fred, Apa yang kau lakukan! Semprot dan buang mereka!" kata Molly ditengah serangan Doxy-Doxy yang beterbangan.
 "Baik!" kata Fred ceria.
 Nada bicara seperti itu langsung membuat Harry menoleh kebelakang dan mengoper Lily kepada Ginny sementara Harry berjalan menuju Fred. Fred menyemprot Doxy itu hanya sampai pingsan, dan begitu Molly berpaling, Fred memasukkan Doxy itu kedalam saku celananya.
 "Kami berpikir untuk menggunakan racun Doxy untuk Kudapan Kabur" kata George, bergabung dengan Fred dan Harry.
 "Apa itu Kudapan Kabur?" tanya Harry dari sudut mulutnya, sambil berpura-pura membenarkan semprotannya.
 "Semacam permen, Nogat Mimisan, Pastiles muntah, dll. Yang bisa membuatmu sakit. Tidak sakit parah, tapi cukup parah sehingga kau bisa keluar kelas kalau kau mau. Tapi kami belum bisa membuat penangkalnya, sampai saat ini kelinci percobaan kami masih terus mimisan dan muntah-muntah dan harus menunggu cukup lama untuk berhenti"
 "Kelinci percobaan?" tanya Harry sambil menyerngit.
 "Kami sendiri" kata George.
 "Rupanya toko lelucon masih berlanjut?"
 "Yah, semua berkat kau, sobat" kata Fred nyengir dari dalam maskernya, tapi terlihat jelas. Harry juga ikut nyengir.
...
 Pembasmian Doxy sudah selesai, dan mereka semua lelah, Fred dan George sudah mengumpulkan cukup banyak Doxy untuk digunakan untuk percobaan. Para anggota Orde sudah berdatangan, tapi Dumbledore ada urusan lain, jadi sebagai gantinya Severus Snape mewakilinya, yang disambut dengan tatapan menyeramkan dari Rose dan Hugo.
 Semua anak Weasley sekarang berkumpul di kamar tempat Harry, Lily, dan Ginny tidur, menunggu pertemuan Orde selesai. Mereka berbicara mengenai banyak hal, membuat renacana onar yang sudah menghabiskan 1 gulung perkamen yang panjangnya sekitar 50-an centi, berbicara nilai-nilai di sekolah, yang sama sekali tidak ada nilai Accept kebawahnya, semuanya rata-rata mendapat Outstanding atau Exedees Exceptions, berbicara tentang kisah cinta masing-masing, berbicara tentang Quidditch, dan lain-lain.
 "Bagaimana kalu kita main Truth or Dare saja?" usul Lucy.
 "Ide bagus Lucy-Pitchy!" kata Fred.
 "Yeah, ayo!" kata Ron bersemangat.
 Mereka semua turun dari kasur dan duduk di lantai (yang sudah dibersihkan oleh Victoire dengan sekejap dan diberi karpet) membentuk lingkaran.
 "Tapi kita tidak punya botol, kalau memakai tongkat, takutnya nanti tongkat itu aktif, lalu—
 "Woah, santai Mum, kau penyihir atau tidak?" kata Rose, bangkit dari karpet, dan mentransfigurasi vas bunga yang mengerikan menjadi botol.
 "Oh, diamlah" kata Hermione setengah kesal setengah bangga.
 "Baiklah, siapa yang mulai pertama?" kata Lily.
 "Bagaimana kalau dari yang paling tua?" usul Harry.
 "Aku tidak tua, Harry!" protes Teddy.
Teddy mengambil botolnya dan meletakkannya dilantai, lalu diputarnya botol tersebut, dan... botol itu berhenti mengarah ke Hermione.
 "Hermy, Truth or Dare?"
 "Eh... Truth?"
 "Kenapa kau menerima ajakan Victor Krum saat di Pesta Dansa?" kata Teddy penuh selidik.
 Wajah Hermione memerah sedikit, lalu berkata, "Karena aku ingin membuat Ron cemburu"
 "Untuk apa kau melakukannya?" Ron memandang marah Hermione.
 "Agar kau menyadari persaanmu, tentu saja" kata Hermione berusaha membuat suaranya terdengar tenang.
 "Baiklah, Hermy, putar botolnya!" kata Teddy.
 Botol berputar, dan...
 "Fred, Truth or Dare?"
 "Dare, tentu saja!"
 "Pergi ke bawah, ke pertemuan Orde, dan teriak 'Dumbly mencintai Minnie' sekarang" kata Hermione, tersenyum jail, yang sangat jarang di lihat oleh semuanya.
 "Baiklah" kata Fred, tersenyum jail juga, dan matanya bercahaya, senang melihat Hermione bisa melakukan onar.
 "Tunggu! Bawa ini bersamamu" kata George, memberikan Telinga Terjulur ke Fred.
 Setelah memberikan Telinga Terjulur itu, Fred turun, sementara George membagikan 7 tali, 2 orang satu. Mereka mendengar Fred turun, Brak! Pintu terbuka, dan Fred berteriak "DUMBLY MENCINTAI MINNIE"
 Lalu Fred lari ke atas dengan suara dak dik duk yang keras, dan masuk dengan wajah gembira.
 "Bagaimana reaksi Minnie?" tanya James dengan semangat.
 "Aku tidak sempat melihat reaksi Minnie, tapi aku sempat melihat reaksi Mum" kata Fred ngos-ngosan.
 "Oh tidak, bagaimana reaksinya?" tanya Hermione khawatir. Dia lupa sama sekali kalau Mrs. Wealsey ada di bawah.
 "Kaget, kurasa, dan marah. Aku akan menyalahkanmu kalau aku sampai dimarahi oleh Mum" kata Fred dengan wajah tidak berdosa.
 "Oh tidak, aku akan mendapat masalah, aku akan dikeluarkan, oh tidak, oh tidak..." Hermione menggumamkan sesuatu tentang akan mendapat detensi selama 7 bulan.
 "Tenang Mum, itu tidak akan terjadi, putar botolnya Uncle Fred" kata Hugo.
 Fred memutar botolnya, dan berhenti mengarah ke Victoire.
 "Vicky, Truth or Dare?"
 "Jangan memanggilku Vicky! Er... Dare?" kata Victoire.
 "Aku akan menguncimu berdua dengan Teddy dan kalian tidak boleh melakukan apapun!" kata Fred jail.
 "Itu akan menjadi tugas yang berat" gumam Victoire.
 Teddy dan Victoire dikunci didalam kamar mandi oleh Fred. 15 menit kemudian, mereka keluar. Teddy dan Victoire tampak berantakan, dan muka keduanya merah.
 "Aku tidak bisa melakukannya, maaf uncle Fred" kata Victoire tanpa memandangnya, sementara Fred sudah terkikik-kikik.
 Victoire duduk dan memutar botolnya, yang mengarah ke Ginny.
 "Aunty, Truth or Dare?"
 "Eh... Truth"
 "Siapa cinta pertamamu?" tanya Victoire.
 "Pertanyaan bodoh" gumam Ginny dengan suara yang sangat kecil. 
"Apa?" kata Victoire.
 "Bukankah kau sudah tahu?" kata Ginny dengan nada suara yang tidak terlalu enak di dengar.
"Akan jauh lebih menyenangkan kalau kau mengucapkannya di depan orangnya" kata Victoire.
 "Ugh... baiklah, Harry" kata Ginny merona.
 "Uh... tapi kau bicara padaku" kata Harry.
"Lalu? Aku tidak bisa selamanya menjadi anak pemalu yang bahkan tidak cukup berani untuk mengucapkan 2 kata didepanmu kan?"
 "Kenapa kau tiba-tiba berubah? Apakah kau punya— oh!" Harry paham akan sesuatu.
 "Apa?" tanya Fred, George, dan Ron bersamaan.
 "Kau... punya pacar?" kata Harry.
 Ginny merona, menandakan 'iya'.
 "APA! kata Fred, George, dan Ron bersamaan, lagi.
 "Mum punya pacar? Selain Dad?" tanya Albus bingung.
 "Siapa?" tanya Lily.
 "Michel Corner" jawab Rose dan Hermione bersamaan, membuat keduanya saling pandang, memandang wajah geli masing-masing.
 "Mereka bertemu di Pesta Dansa tahun kemarin" kata Hermione.
 Fred, George, dan Ron menganga.
 "Oh, sudahlah, tutup mulut kalian" kata Ginny.
 Ginny meraih botolnya, dan dia memutarnya.
 "James, Truth or Dare?"
 "Dare! Sebagai Griffindor sejati, aku, dengan keberanian yang besar akan melakukan tugas seberat apapun" kata James sambil membusungkan dadanya.
 "Baiklah, sekarang aku ingin kau kebawah, ke pertemuan Orde, dan merubah warna rambut Nan-mu menjadi putih" kata Ginny tenang.
 Muka James, yang tadinya menyiratkan kebanggaan yang luar biasa, berubah menjadi muka yang penuh horor.
 "Jadi sekarang kau hanya bisa membual, eh? Sebagai Griffindor sejati, aku, dengan keberanian yang besar akan melakukan tugas seberat apapun" kata Ginny dengan suara yang dia buat mirip dengan James, sambil membusungkan dadaya.
 "Itu tidak adil!" protes James.
 "Kau yang minta" kata Ginny balik.
 "Aku masih ingin hidup!"
 "Mum tidak akan membunuhmu!"
 "Bagaimana kalau aku mati?"
 "Kau tidak akan mati!"
 "Yeah, tapi bagaimna kal—
 "James, Ginny, Stop!" kata Harry keras.
 "Ginny, berhenti memanas-manasinya. James, lakukan apa yang ibumu suruh kepadamu" kata Harry lagi.
 Semuanya tercengang, kecuali para Next Gen, tentu saja.
 "Woah, Harry, sejak kapan kau menjadi dewasa seperti itu, mate?" tanya Ron.
 "Er... baru saja" kata Harry malu.
 James menggerutu yang tidak-tidak. Lalu James mengambil sejumput serbuk pewarna rambut yang berwarna putih dari kamar Lily. James menggerutu tentang Aurora, nikah, belum punya anak, belum menjadi auror, belum menulis surat warisan, dan lain-lain. James menghela nafasnya dalam-dalam, dan dia hembuskan, mempersiapkan mental.
 "Kami ikut denganmu, James" kata Fred Jr.
 "Yeah, ayo liat reaksi Mum dengan mata kepala sendiri" kata Ron semangat.
 Lalu mereka semua turun kebawah dengan pelan-pelan. Begitu sudah mencapai pintu, mereka berhenti. James, dengan agak nekat langsung menjeblak masuk, lalu menaruh bubuk itu diatas Molly, lalu keluar lagi.
 Mereka menunggu, 10 detik... 20 detik... 30 detik... 40 detik... 50 detik... 60!
 "JAMES SIRIUS POTTER! KEHADAPANKU SEKARANG JUGA!" raung Molly.
 Tapi alih-alih pergi ke hadapan Molly, James lari ke atas sambil berteriak "Salahkan Mum!"
 "GINERVA WEASLEY!" teriak Molly lagi.
 "Maaf Mum!" kata Ginny sambil lari ke atas, disusul oleh semuanya.
 Sampai dikamar semuanya ngos-ngosan, tapi raut wajahnya memancarkan kegelian yang luar biasa. 1... 2... 3...
 "HAHAHAHAHAHAHA" ledak semua anak Weasley dan Potter.
 "Ta- tadi lucu se-sekali!" tawa Lucy sambil berguling-guling dan memukul kasur.
 "Kau lihat wajah Mum?" kata Ron tergelak-gelak.
 "Tidak pernah kulihat Mrs. Weasley semarah itu!" kata Hermione tersenyum lebar, tapi khawatir juga.
 "Molly akan membunuh Ginny!" kata Teddy tersenyum.
 "Oh sudahlah, jangan merusak kesenangan, James, turun dari kasur dan putar botolnya!" kata Ginny sambil mengelap air mata gelinya.
 James memutar botolnya, dan...
 "Dad, Truth or Dare?" kata James semangat.
 "Dare, kurasa" kata Harry, dan sedetik kemudian, di menyesali pilihannya karena James nyengir sangat lebar.
"Kecup Mum di dahinya!" kata James penuh semangat.
 "TUNGGU! Aku sama sekali tidak akan melakukannya!"
 "Geez... Teddy, confundus Dad!" kata James.
 "Kenapa tidak kau saja?" kata Teddy malas-malasan, memandang Ginny.
 "Malas"
 "Sama"
 "Rose!"
 "Tidak mau, Dad akan membunuhku!"
 "Fred!"
 "Bagaimana kalau tidak?" jawab Fred Jr.
 "Penghianat" gerutu James.
 "Baiklah, baiklah" kata Harry pasrah. Dia tidak ingin rumahnya menjadi medan perang hanya karena dia tidak ingin mengecup Ginny.
 "YAY!" kata James.
 "Cepat selesaikan" kata Ginny merah padam.
 Harry dan Ginny, yang duduknya berhadapan saling mendekat, lalu secepat angin, Harry mengecup Ginny tepat di dahinya dengan suara JEPRET!
"Suara apa itu?" kata James.
"Lihat!" kata Hugo, memandang kebelakan tubuh James.
 James berputar, begitu juga yang lain. Lalu mereka melihat Remus, Sirius, dan Molly berdiri di ambang pintu. Remus tampak shcok sekaligus senang, Molly terlihat terharu, dan Sirius, dengan tambahan kamera sihir ditangannya, tampak senang dan bangga.
 "Er... Sejak kapan kalian ada disitu?" kata Lily canggung.
 "Setelah James menaruh bubuk entah apa itu dirambut Molly, kami langsung naik ke sini" kata Remus.
 "Sejauh mana yang kalian dengar?" lata Albus merinding.
 "Kami tiba disini tepat saat Harry memilih dare. Lalu langsung kubuka pintu ini pelan-pelan, dan dengan non-verbal aku melakukan mantra panggil, kalian tahu, Accio. Lalu kusiapkan untuk memotret tampang Harry saat melakukan dare tersebut. Saat Harry mencium Ginny, kupotret" kata Sirius gembira, tidak menyadari hawa membunuh yang ada di depannya persis.
 "SIRIUS!" teriak Harry dan Ginny bersamaan.
 "Sirius, berikan kamera itu sekarang juga!" teriak Harry.
 "Tidak akan! Foto ini ingin kukirim ke Daily Prophet!" kata Sirius.
 "SIRIUS!" teriak Ginny, merampas kamera itu dari Sirius.
 "Sayang sekali, Aunty!" kata Victoire merampas kamera itu dari Ginny.
 "Vic!" teriak Ginny sambil mencoba mengambil kamera itu.
 Victoire, yang andal sebagai chaser, melempar kamera itu ke Albus, yang tak lain adalah seeker.
 "Al! Tangkap!" kata Victoire.
 Dan jadilah siang hari dihabiskan untuk lari-lari sekeliling Grimauld Place no. 12 untuk lempar tangkap kamera yang berisi foto memalukan. Bahkan Tonks juga dan Bill juga ikut. Walaupun ceroboh, Tonks tetap bisa lempar tangkap karena dulu saat dia masih di Hogwarts, dia bermain Quidditch sebagai chaser.
 Semua anggota Orde juga sudah melihat foto tersebut karena dipamerkan oleh Tonks, yang membuat para anggota Orde tertawa-tawa. Kalau dari samping, mereka terlihat seperti James sedang mengecup Lily soalnya.
 Dan semua permainan lempar tangkap itu berakhir dengan memotret foto seluruh keluarga Weasley dan Potter yang dipotret oleh Kingsley.
 "Baiklah semua, bilang setelah kuberi aba-aba, bilang Weasley!" kata Kingsley.
 "1... 2... 3..."
 "WEASLEEEEY!" teriak semuanya.